Gizi Seimbang, Bangsa Sehat Berprestasi (Pedoman Gizi Seimbang 2014)

Adriyani Adam
              Adriyani Adam

Salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal tersebut sangat erat kaitannya dengan  keadaan gizi seseorang.

Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat yang dipengaruhi oleh pola makan karena kualitas dan kuantitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi tingkat kesehatan individu dan masyarakat. Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) terkait gizi, maka pola makan masyarakat yang baik adalah pola makan yang berpedoman pada Gizi Seimbang.

alternatif-logo-hgn-fixPedoman Gizi Seimbang telah diimplementasikan di Indonesia sejak tahun 1955. Pedoman tersebut menggantikan slogan “4 Sehat 5 Sempurna” yang telah diperkenalkan sejak tahun 1952 dan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam bidang gizi serta masalah dan tantangan yang dihadapi dan belum memadai untuk mencapai hidup sehat dan cerdas. Diperlukan air sebagai zat gizi yang jumlahnya jauh lebih banyak dari kebutuhan pangan sehari-hari. Juga diperlukan kebersihan diri dan keamanan pangan agar terhindar dari kemungkinan penyakit yang menular melalui makanan. Makan saja tanpa disertai dengan aktifitas fisik akan menimbulkan kegemukan dan jauh dari kebugaran. Oleh karena itu penyempurnaan pedoman gizi dari “4 Sehat 5 Sempurna” menjadi Gizi Seimbang.

Tahun 1990 an kita telah memiliki Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Lebih dari 15 tahun lalu Pedoman Gizi Seimbang telah dikenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, namun masih banyak masalah dan kendala dalam sosialisasi Gizi Seimbang sehingga harapan untuk merubah perilaku gizi masyarakat ke arah perilaku gizi seimbang belum sepenuhya tercapai. Konsumsi pangan belum seimbang baik kuantitas maupun kualitasnya, dan perilaku hidup bersih dan sehat belum memadai. Memperhatikan hal diatas telah tersusun Pedoman Gizi Seimbang yang baru, pada tanggal 27 Januari 2014 lalu telah diselenggarakan workshop untuk mendapat masukan dari para pakar pemerintah serta non pemerintah, lintas sektor, lintas program dan organisasi profesi. Dengan mempertimbangkan visi pembangunan gizi jangka panjang adalah untuk mewujudkan generasi atau bangsa yang sehat, cerdas dan unggul atau mampu bersaing, maka slogan gizi seimbang yang baru adalah “Gizi Seimbang Bangsa Sehat Berprestasi”

Ada dua visual gizi seimbang yaitu 1) Tumpeng Gizi Seimbang dan 2) Pring Makanku, Porsi Sekali Makan. Tumpeng gizi seimbang dimaksudkan sebagai gambaran dan penjelasan sederhana tentang porsi (ukuran) makanan dan minum serta aktifitas fisik sehari-hari, termasuk cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta memantau berat badan. Tumpeng gizi seimbang yang baru ini merupakan penyempurnaan dari tumpeng gizi seimbang yang sebelumnya.

tumpeng-gizi-seimbangDalam Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) ada empat lapisan berurutan dari bawah ke atas dan semakin ke atas semakin kecil. Empat lapis artinya Gizi Seimbang didasarkan pada prinsip 4 pilar yaitu beragam pangan, aktifitas fisik, kebersihan diri dan lingkungan dan pemantauan berat badan. Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedoman-pedoman yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu :

  1. Mengonsumsi makanan beragam,  tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan;
  2. Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang;
  3. Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh;
  4. Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.

Semakin ke atas ukuran tumpeng semakin kecil berarti pangan pangan pada lapisan atas yaitu gula, garam dan lemak dibutuhkan sedikit sekali atau perlu dibatasi. Pada setiap kelompok pangan dituliskan berapa jumlah porsi setiap kelompok pangan yang dianjurkan. Misalnya pada kelompok sayuran tertulis 3-4 porsi sehari, artinya sayuran dianjurkan dikonsumsi oleh remaja atau dewasa sejumlah 3-4 mangkuk sehari. Satu mangkuk sayuran beratnya sekitar 75 gram, sehingga perlu makan sayur sekitar 300 gram sehari. Sebelah kanan tumpeng ada tambah (+) diikuti dengan visual segelas air putih dan tulisan 8 gelas. Ini artinya dalam sehari setiap orang remaja atau dewasa dianjurkan untuk minum air putih sekitar 8 gelas sehari.

Selain makanan dn minuman dalam visual TGS ini juga ada pesan cuci tangan sebelum dan sesudah makan yang divisualisasikan oleh gambar cuci tangan sebelum menggunakan air mengalir, juga berbagai siluet aktifitas fisik (termasuk olahraga) dan kegiatan menimbang berat badan. Kegiatan fisik dianjurkan untuk dilakukan paling tidak tiga kali seminggu dan memantau berat badan setiap bulan.

Piring MakankuPiring Makanku : Sajian Sekali Makan, dimaksudkan sebagai panduan yang menunjukkan sajian makanan dan minuman pada setiap kali makan (misal sarapan, makan siang, makan malam). Visual Piring Makanku ini menggambarkan anjuran makan sehat dimana separuh (50%) dari total jumlah makanan setiap kali makan adalah sayur dan buah dan separuh (50%) lagi adalah makanan pokok dan lauk pauk. Piring Makanku juga menganjurkan makan porsi sayuran harus lebih banyak dari porsi buah, dan porsi makanan pokok lebih banyak dari lauk pauk. Piring Makanku juga menganjurkan perlu minum setiap kali makan, bisa sebelum, ketika atau setelah. Meskipun gambar gelas hanya satu buah dalam visual ini, tidak berarti bahwa minum dalam satu kali makan hanya satu gelas, bisa saja disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya segelas sebelum makan dan segelas lagi setelah makan.

Makan dan minum tidak ada artinya bila tidak bersih dan aman termasuk tangan dan peralatan makan. Oleh karena itu sejalan dengan prinsip gizi seimbang makan dalam visual Piring Makanku juga dianjurkan untuk cuci tangan sebelum dan sesudah makan karena Piring Makanku adalah panduan setiap kali makan, maka tidak dianjurkan aktifitas fisik dan pemantauan berat badan. Kedua hal ini cukup divisualisasikan pada gambar Tumpeng Gizi Seimbang.

Adapun Pesan-Pesan PGS, adalah sebagai berikut :

1).   Syukuri dan nikmati aneka-ragam makanan;

2).   Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;

3)    Biasakan mengonsumsi lauk-pauk yang mengandung protein tinggi;

4)    Biasakan mengonsumsi aneka-ragam makanan pokok;

5)    Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak;

6)    Biasakan Sarapan;

7)    Biasakan minum air putih yang cukup dan aman;

8 )   Biasakan membaca label pada kemasan pangan;

9)    Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir;

10)  Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

Apakah kita sudah menerapkan Gizi Seimbang hari ini…? Makan beranekaragam, Hidup bersih dan sehat, lakukan aktifitas fisik dan pantau Berat Badan anda secara berkala agar tubuh sehat dan hidup kita akan lebih produktif. (Sumber : http//gizi.depkes.go.id)

Oleh : Adriyani Adam
(Penulis adalah dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *